SOSIALISASI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA DI DESA BEBIDAS, WANASABA, LOMBOK TIMUR
Cara Mahasiswa KKN Unram Menanggapi Masalah Sampah Di Desa Bebidas
Para Mahasiswa KKN Tematik Unram di Desa Bebidas foto bersama usai kegiatan sosialisasi, Sabtu lalu.
Desa Bebidas merupakan salah satu desa wisata di Lombok Timur yang memiliki keindahan panorama alam yang mempesona. Keindahan alam tersebut, diantaranya adalah panorama keindahan bukit malang dan teraseringnya yang dapat memukau wisatawan. Sebagai desa wisata, kebersihan lingkungan tentunya menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan. Sampah merupakan salah satu persoalan lingkungan yang berada pada titik utama dalam kehidupan sehari-hari, tidak terkecuali bagi masyarakat di Desa Bebidas sendiri. Dalam menengahi hal tersebut, para mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram) memberi solusi terkait sosialisasi pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga di Desa Bebidas. Bagaimana caranya ?
Tepatnya,
Pada hari Sabtu, 22 Januari 2022, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Tematik Universitas Mataram di Desa Bebidas, Kec. Wanasaba, Kab. Lombok Timur
menjalankan program utama terkait sosialisasi dan praktik pengolahan sampah
organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Tentunya, hal tersebut dilakukan
sebagai bentuk kepedulian terhadap isu sampah yang sering menjadi problema di
lingkungan masyarakat. Disamping sebagai kewajiban kampus, adanya program KKN
justru menjadi wadah belajar yang sangat efektif bagi pengembangan ilmu
pengetahuan serta kehidupan sosial di masyarakat yang sangat bermanfaat, baik
bagi mahasiswa sendiri, masyarakat, maupun perguruan tinggi.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut,
mengajak turut serta Kades, Sekdes, para
ibu PKK Desa Bebidas serta melibatkan pula para pemuda desa setempat. “Kegiatan
sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok-kelompok masyarakat untuk
menumbuhkan kesadaran dan kepekaan terhadap dampak dari pengelolaan sampah yang
diabaikan. Sosialisasi sampah di tengah-tengah masyarakat sangat penting untuk
dilakukan, disamping untuk tujuan memunculkan kesadaran masyarakat, praktik
edukasi ini juga bermanfaat dalam mengurangi dampak negatif sampah di
lingkungan, terutama dalam mengatasi keluhan sampah di Desa Bebidas ini,”
terang Ketua Kelompok KKN Tematik Unram di Desa Bebidas, Lalu Adam Rizki
Aryafi.
Kepala Desa Bebidas, Harmaen
menyampaikan keinginan dan harapan agar kegiatan sosialisasi ini mampu merubah
pola pikir masyarakat setempat yang semula cenderung abai terkait pengolahan
sampah di lingkungan sekitar, menjadi masyarakat yang kreatif dan mampu
memberikan inovasi baru dalam praktik tata kelola permasalahan sampah di
lingkungan. Jadi, dalam praktiknya, sampah tidak hanya dikelola dengan cara
dibakar, yang justru dapat menjadi penyebab polusi udara, tetapi dikelola
dengan cara yang lebih efektif dan ramah lingkungan seperti pengelolaan sampah
menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. “Hal itu menjadi harapan
kami bersama dari pemerintah desa,” terang Kepala Desa Bebidas, Harmaen.
Di tempat yang sama, pemateri yang
juga anggota kelompok KKN Desa Bebidas, LL. Pandu Rifki Hidayat, Abdul Hasan
menyampaikan banyak hal terkait pendahuluan materi pembuatan pupuk kompos dari
limbah rumah tangga, manfaat, jenis-jenis sampah yang bias digunakan, sampai
pada alat-bahan dan prosedur pengolahannya secara umum, dimana kegiatan ini
mampu dilakukan dengan mudah di rumah, tentunya dengan keuntungan biaya yang
relatif terjangkau, tetapi menghasilkan manfaat yang menjanjikan.
“Terdapat banyak manfaat yang
diperoleh dari pengelolaan sampah di masing-masing rumah, salah satunya adalah
mengurangi dampak cemaran polusi udara di lingkungan sekitar, memudahkan
pengolahan sampah menjadi bahan pupuk dengan melakukan pemilahan sampah organik
dan non-organik secara mandiri, serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan
akibat tumpukan sampah di sembarang tempat,” katanya.
Tidak lama setelah memberikan teori,
pemateri kelompok KKN Desa Bebidas, LL. Pandu Rifki dan Ika Susilawati melanjutkan
kegiatan dengan memberikan serangkaian praktik tata cara pengolahan sampah
organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.
Dalam
praktiknya, disampaikan bahwa sampah organik yang dikumpulkan dapat diolah
kembali menjadi pupuk kompos yang dapat berguna untuk menyuburkan tanaman
maupun untuk dipasarkan secara massal kepada khalayak umum. “Sampah terdiri
dari dua jenis, organik dan non-organik, keduanya dapat memiliki manfaat bagi
perekonomian karena mengandung nilai jual. Sampah organik dapat diolah menjadi
pupuk kompos, dan sampah non-organik dapat digunakan kembali, menjadi barang
yang bernilai jual,” sebutnya.
Komentar
Posting Komentar